Privasi jarang bersifat mutlak. Di Amerika Serikat, perlindungan hukum terhadap ruang pribadi Anda seringkali bergantung pada apakah Anda memiliki ‘harapan wajar akan privasi’ [1].
Standar ini menentukan apakah tindakan, seperti mengambil foto atau memasuki ruang, merupakan pelanggaran hukum atau invasif kriminal privasi [1].
Fondasi Hukum Privasi
Konsep harapan wajar akan privasi terutama berasal dari klausul due process dari Perubahan ke-14 Konstitusi AS [1]. Klausul ini memastikan individu dilindungi dari penyusupan yang tidak wajar, tetapi kata ‘wajar’ menciptakan batas hukum yang fleksibel [1].
Sebagai contoh, rumah seseorang secara tradisional dianggap sebagai ‘istana’, di mana harapan privasi berada pada level tertinggi [1]. Namun, harapan ini dapat berubah tergantung pada keadaan. Jika seseorang telanjang di dalam rumahnya tetapi membiarkan persiana jendela terbuka lebar, hukum mungkin akan mempertanyakan apakah harapan privasi tersebut masih wajar [1].
Seorang pria dari Virginia dituduh pelanggaran ringan karena tindakan tidak senonoh setelah seorang pejalan kaki melihatnya telanjang di dalam rumahnya pukul 5:30 pagi [1]. Penangkapan didasarkan pada keyakinan bahwa individu tersebut ingin dilihat oleh publik, meski klaim pria tersebut bahwa ia tidak pernah mengharapkan siapa pun akan melihat ke dalam jendelanya [1].
Privasi di Ruang Publik dan Semi-Publik
Harapan privasi menurun secara signifikan di area publik. Sebagai contoh, berjemur telanjang di taman publik akan menurunkan harapan wajar akan privasi seseorang [1].
Namun, beberapa area semi-publik tetap mempertahankan standar yang lebih tinggi. Mahkamah Agung AS telah menyoroti bahwa harapan privasi untuk bagasi tertutup yang diambil dari mobil tidak harus lebih rendah daripada harapan untuk bagasi tertutup yang ditemukan di tempat lain [3].
Area lain di mana orang biasanya mempertahankan harapan wajar akan privasi meliputi:
- Ruang ganti publik [1]
- Ruang pemakaian pakaian di toko departemen [1]
- Salon pemijatan [1]
- Toilet publik [1]
Mengambil foto area pribadi di lokasi-lokasi tersebut tanpa izin umumnya dianggap sebagai invasif kriminal privasi dan pelanggaran ringan [1].
Bagaimana Teknologi Menantang Standar Privasi
Kemunculan ponsel kamera yang kecil dan tidak mencolok telah menciptakan era baru voyeurisme [1]. Karena perangkat ini tipis dan tidak mencolok, mereka sering digunakan untuk mengambil foto orang yang tidak menyadari di area terpembatas yang disebutkan di atas [1].
Gambar-gambar ini sering akhirnya berada di internet tanpa izin subjek [1]. Pergeseran teknologi ini menyulitkan standar ‘wajar’, karena orang mungkin merasa mereka memiliki hak untuk privasi di ruang ganti, namun kemudahan pengambilan video rahasia membuat privasi itu lebih sulit untuk dipertahankan [1].
Di luar voyeurisme, kehadiran umum kamera dan keinginan pengguna untuk berbagi data pribadi di platform seperti Facebook mengangkat pertanyaan yang lebih luas mengenai apakah harapan privasi apapun dapat tetap ‘wajar’ di era modern [1].
Jika Anda khawatir tentang jejak digital Anda atau hak privasi Anda, berkonsultasi dengan profesional hukum dapat membantu Anda memahami bagaimana standar-standar ini berlaku untuk situasi spesifik Anda.